Perkembangan teknologi digital terus mengubah cara industri mengelola pergudangan dan rantai pasok. Bagi Pusat Logistik Berikat (PLB), transformasi ini tidak hanya berkaitan dengan kecepatan operasional, tetapi juga bagaimana data dimanfaatkan untuk meningkatkan visibilitas, pengawasan, kepatuhan, dan efisiensi pengelolaan barang.
Sebagai bagian dari ekosistem logistik, PLB kini semakin berperan sebagai simpul yang menghubungkan arus barang, data, pelanggan, dan sistem kepabeanan. Karena itu, pengelolaan data yang akurat dan dapat ditelusuri menjadi semakin penting dalam mendukung operasional pergudangan yang efektif.
Data Menjadi Bagian Penting dalam Operasional PLB
Penggunaan sistem informasi bukanlah hal baru dalam operasional PLB. Pengusaha PLB wajib menggunakan IT Inventory untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran barang secara real-time dan daring, serta menyediakan CCTV yang dapat diakses secara online oleh Kantor Pabean.
Seiring dengan penerapan CEISA 4.0 dan pembaruan ketentuan tata laksana PLB melalui PER-19/BC/2025, kualitas, akurasi, dan keterlacakan data menjadi semakin penting. Informasi mengenai stok dan pergerakan barang tidak hanya dibutuhkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung kepatuhan dan pengawasan kepabeanan.
Dengan sistem yang terintegrasi, data operasional dapat menjadi dasar untuk memantau inventaris, mengidentifikasi pergerakan barang, serta meningkatkan visibilitas proses pergudangan secara menyeluruh.
Menuju Smart Warehouse
Konsep smart warehouse membawa digitalisasi pergudangan ke tahap berikutnya. Jika sistem digital membantu mencatat dan mengelola data, smart warehouse memanfaatkan data tersebut untuk memberikan visibilitas yang lebih luas dan mendukung pengambilan keputusan.
Berbagai teknologi seperti barcode, Radio Frequency Identification (RFID), Internet of Things (IoT), dan otomasi dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlacakan pergerakan barang, mempercepat proses operasional, serta memantau kondisi penyimpanan seperti suhu dan kelembapan.
Bagi PLB yang menangani bahan kimia, produk farmasi, maupun barang industri bernilai tinggi, kemampuan tersebut dapat mendukung aspek keamanan penyimpanan, akurasi inventaris, serta kesiapan dalam proses audit dan pengawasan.
Lebih dari sekadar penggunaan teknologi, smart warehouse membutuhkan integrasi antara sistem, proses, dan data agar informasi yang dihasilkan dapat digunakan secara efektif dalam kegiatan operasional.
Digitalisasi Operasional PLB Lautan Luas
PT Lautan Luas Tbk telah mengelola Pusat Logistik Berikat (PLB) sejak 2016 dan memiliki sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO). Dalam mendukung operasional pergudangan, Lautan Luas menggunakan FLUX Warehouse Management System (WMS) yang terintegrasi dengan SAP sebagai sistem inventaris perusahaan.
Integrasi antara WMS dan SAP memberikan visibilitas inventaris secara real-time sekaligus mendukung berbagai proses pergudangan, mulai dari pemrosesan pesanan, picking, packing, hingga pengelolaan stok. Dengan sistem yang terintegrasi, informasi mengenai pergerakan dan ketersediaan barang dapat dikelola secara lebih terstruktur dan konsisten.
Ke depan, pengembangan digitalisasi operasional PLB dapat diarahkan pada peningkatan visibilitas stok bagi pelanggan, penerapan teknologi seperti barcode atau RFID, serta pemantauan kondisi barang yang memerlukan penanganan khusus.
Pengembangan tersebut dapat menjadi bagian dari langkah menuju pengelolaan smart warehouse yang semakin terintegrasi, responsif, dan berbasis data.
Masa Depan PLB: Dari Penyimpanan ke Pengelolaan Data
Pada akhirnya, smart warehouse bukan hanya tentang membuat gudang semakin otomatis. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana data dari berbagai proses operasional dapat diolah menjadi informasi yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat.
Bagi Pusat Logistik Berikat, kemampuan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan industri yang semakin menuntut efisiensi, keterlacakan, keamanan, dan kepatuhan.
Masa depan PLB bukan hanya tentang menyimpan barang, tetapi tentang bagaimana data membantu barang bergerak dengan lebih aman, tertelusur, dan efisien.