Blog

TRUST-BASED SUPERVISION DI PLB MRO AVIASI : MENJAGA COMPLIANCE TANPA MENGHAMBAT OPERASIONAL

TRUST-BASED SUPERVISION DI PLB MRO AVIASI :  MENJAGA COMPLIANCE TANPA MENGHAMBAT OPERASIONAL

Kontributor

Administrator

Administrator

Diterbitkan Pada 20 Feb 2026


Waktu Membaca

4 Menit

Industri perawatan pesawat terbang (Aviation MRO) adalah industri yang berdiri di atas dua fondasi utama: keselamatan dan kepatuhan (compliance). Di dalam ekosistem tersebut, Pusat Logistik Berikat (PLB) memegang peran vital sebagai gerbang keluar-masuknya suku cadang, material, dan komponen yang bernilai tinggi serta berdampak langsung pada kelangsungan operasional pesawat.

Di tengah regulasi kepabeanan, tuntutan audit, serta tekanan kecepatan operasional, muncul satu pendekatan manajerial yang semakin relevan: Trust-Based Supervision. Namun pertanyaannya, apakah pengawasan berbasis kepercayaan ini realistis diterapkan di lingkungan PLB MRO yang sangat terstruktur dan berisiko tinggi?

PLB MRO: Antara Kecepatan dan Kepatuhan

Operasional logistics di PLB MRO memiliki karakteristik yang unik. Setiap part yang masuk harus tercatat, terdokumentasi, dan sesuai dengan regulasi kepabeanan serta standar aviation. Setiap part yang keluar harus memiliki jejak administrasi yang jelas, baik untuk kebutuhan repair, exchange, maupun konsumsi internal.

Di satu sisi, compliance adalah harga mati. Di sisi lain, operasional maintenance tidak bisa menunggu terlalu lama hanya karena proses administratif yang berlapis.

Inilah titik keseimbangan yang harus dijaga: bagaimana memastikan kontrol tetap kuat tanpa memperlambat alur kerja?


Apa Itu Trust-Based Supervision?

Trust-Based Supervision bukan berarti menghilangkan kontrol. Justru sebaliknya, pendekatan ini membangun sistem pengawasan yang berbasis pada kejelasan prosedur, transparansi proses, akuntabilitas individu, dan integritas tim.

Dalam konteks PLB MRO, kepercayaan bukan berarti “membiarkan”, tetapi “memberikan kewenangan dengan tanggung jawab yang terukur”.

Supervisi tidak lagi hanya mengandalkan pengawasan langsung (direct control), tetapi juga membangun budaya sadar risiko dan disiplin internal.


Mengapa Trust-Based Supervision Relevan di PLB?

1. Volume dan Kompleksitas Transaksi Tinggi

PLB MRO menangani ribuan item dengan berbagai kategori: rotable, expendable, repairable, dan consignment. Jika semua proses harus dikontrol secara mikro oleh supervisor, maka bottleneck tidak terhindarkan.

Trust-Based Supervision memungkinkan delegasi yang sehat tanpa kehilangan kontrol.

2. Sistem Sudah Digital dan Terdokumentasi

Dengan sistem inventory dan tracking yang terintegrasi, pengawasan tidak lagi sepenuhnya manual. Audit trail sudah tersedia. Artinya, kontrol sistem dapat berjalan berdampingan dengan kepercayaan kepada personel.

3. Respons Time-Critical

Dalam situasi AOG (Aircraft on Ground), kecepatan menjadi prioritas. Supervisi berbasis kepercayaan mempercepat pengambilan keputusan operasional tanpa harus menunggu otorisasi berlapis.


Risiko yang Harus Dikelola

Namun tentu saja, pendekatan ini bukan tanpa risiko. Di lingkungan PLB, informasi seperti harga, supplier preference, quantity, dan strategi procurement sangat sensitif. Jika tidak dibarengi dengan integritas yang kuat, Trust-Based Supervision justru membuka celah kebocoran informasi dan konflik kepentingan.

Karena itu, trust harus dibangun di atas:

 SOP yang jelas

 Batas kewenangan yang tegas

 Rotasi tugas bila diperlukan

 Audit internal berkala

 Culture of accountability

Trust tanpa kontrol adalah kelalaian, kontrol tanpa trust adalah inefisiensi.


Implementasi Praktis di PLB MRO

Bagaimana implementasinya secara nyata?

1. Clear Role & Responsibility

Setiap personel logistics harus memahami batas kewenangannya: siapa yang boleh release part, siapa yang approve dokumen, siapa yang berhak akses data harga.

2. Data Transparency

Sistem harus mencatat setiap transaksi. Trust diperkuat oleh transparansi, bukan oleh asumsi.

3. Risk-Based Audit

Alih-alih memeriksa semua hal secara detail setiap hari, perusahaan dapat menerapkan audit berbasis risiko pada area yang paling sensitif.

4. Ethical Awareness Training

Trust-Based Supervision hanya efektif jika didukung oleh budaya integritas. Pelatihan etika dan kerahasiaan informasi menjadi bagian penting dari sistem.


Dampak terhadap Produktivitas

Jika diterapkan dengan benar, pendekatan ini memberikan beberapa manfaat nyata:

 Pengambilan keputusan lebih cepat

 Beban supervisi lebih proporsional

 Motivasi tim meningkat karena merasa dipercaya

 Turnover karyawan berkurang

 Proses operasional lebih agile

Di sisi lain, compliance tetap terjaga karena sistem dan audit tetap berjalan.

Dalam konteks PLB MRO, keseimbangan ini menjadi competitive advantage. Perusahaan mampu bergerak cepat tanpa mengorbankan tata kelola.


Kesiapan Organisasi: Siap atau Terpaksa?

Pertanyaan akhirnya bukan apakah Trust-Based Supervision bisa diterapkan, tetapi apakah organisasi sudah siap secara budaya.

Beberapa indikator kesiapan antara lain:

 Apakah pelanggaran kecil ditindak secara konsisten?

 Apakah sistem dokumentasi sudah kuat?

 Apakah pimpinan memberi contoh integritas?

 Apakah reward dan punishment berjalan adil?

Jika jawabannya belum, maka trust hanya akan menjadi jargon.

Namun jika fondasinya kuat, Trust-Based Supervision dapat menjadi model pengawasan modern yang relevan untuk industri aviation logistics yang dinamis.


Penutup

PLB dalam industri MRO adalah titik kritis antara regulasi dan operasional. Di sinilah kepercayaan dan kontrol harus berjalan berdampingan.

Trust-Based Supervision bukan pilihan antara percaya atau mengawasi. Ia adalah strategi untuk menciptakan sistem di mana kepercayaan memperkuat kontrol, bukan menggantikannya.

Dalam lingkungan yang penuh tekanan waktu dan regulasi ketat, pendekatan ini dapat menjadi kunci untuk menjaga compliance tanpa menghambat operasional.

Karena pada akhirnya, dalam industri penerbangan, bukan hanya pesawat yang harus laik terbang — tetapi juga sistem dan integritas manusianya.

Baca Article Lebih Banyak

PT Taruna Bina Sarana (Linc Terminal): Mendorong Efisiensi dan Keberlanjutan Melalui Fasilitas PLB

Blog

21 Oct 2025

PT Taruna Bina Sarana (Linc Terminal): Mendorong Efisiensi dan Keberlanjutan Melalui Fasilitas PLB

Dalam era industri modern yang serba cepat, efisiensi rantai pasok dan ketepatan distribusi menjadi faktor krusial...

Baca Lebih Lanjut
Kembangkan PLB, Sri Mulyani Miliki PR di Sektor Perpajakan

News

12 Apr 2017

Kembangkan PLB, Sri Mulyani Miliki PR di Sektor Perpajakan

JAKARTA - Pusat Logistik Berikat (PLB) telah berhasil memberikan efek positif bagi dunia usaha. Salah satunya adalah...

Baca Lebih Lanjut
Partisipasi PPLBI dalam Diskusi Kementerian Keuangan

Events

19 Dec 2023

Partisipasi PPLBI dalam Diskusi Kementerian Keuangan

PPLBI turut hadir dalam diskusi di Kementerian Keuangan pada tanggal 19 Desember 2023. Ide-ide yang disampaikan...

Baca Lebih Lanjut